Parade Ogoh-Ogoh di Bali.

Ketika Ogoh-Ogoh Mengambil Alih Jalanan Bali

Foto-foto dan video dari parade Ogoh-Ogoh di Bali pada malam sebelum Nyepi.

Setiap tahun, pada malam sebelum Nyepi, parade Ogoh-Ogoh mengubah Bali menjadi malam yang penuh suara, api dan monster raksasa. Jalanan dipenuhi kerumunan orang, suara drum terdengar di desa-desa dan patung Ogoh-Ogoh raksasa bergerak perlahan di tengah malam.

Patung besar ini dibuat oleh kelompok pemuda di desa dan dibawa di atas rangka bambu melalui jalan-jalan lingkungan. Banyak yang tingginya mencapai beberapa meter, dengan rambut liar, cakar tajam dan wajah menyeramkan. Ada yang terlihat seperti iblis dari mitologi Bali. Ada juga yang terinspirasi dari karakter modern, politik atau budaya pop.

Parade Ogoh-Ogoh di Bali.
Parade Ogoh-Ogoh di Bali.
Parade Ogoh-Ogoh di Bali.

Malam Sebelum Keheningan

​​Parade Ogoh-Ogoh berlangsung pada malam sebelum Nyepi, Hari Raya Nyepi yang dikenal sebagai Hari Keheningan di Bali. Saat matahari mulai terbenam, desa-desa di seluruh pulau mulai bersiap untuk prosesi mereka.

​​Ketika malam tiba, patung-patung mulai bergerak melalui jalan desa. Kelompok pemuda membawa rangka bambu di atas bahu mereka sementara musik, sorakan dan tawa memenuhi udara.

​Di persimpangan jalan, platform bambu sering diputar atau digoyangkan. Momen ini sering membuat kerumunan menjadi semakin ramai.

​Bagi pengunjung, ini adalah salah satu malam paling penuh energi sepanjang tahun di Bali.

Parade Ogoh-Ogoh di Bali.
Parade Ogoh-Ogoh di Bali.

Setiap Desa Berbeda

Banyak wisatawan tidak menyadari bahwa tidak ada satu parade besar saja. Hampir setiap desa di Bali mengadakan prosesi Ogoh-Ogoh mereka sendiri.

​​Suasananya bisa sangat berbeda tergantung di mana anda berada. Di tempat yang lebih besar seperti Kuta, Sanur atau Ubud, kerumunan bisa sangat besar dan patungnya juga sangat tinggi.

​Di desa yang lebih kecil, acara sering terasa lebih lokal. Kadang-kadang bahkan sedikit kacau, tetapi justru itu yang membuatnya menarik.

Keanekaragaman ini menjadi bagian dari daya tariknya. Berjalan beberapa jalan saja dan anda mungkin tiba-tiba melihat makhluk yang sama sekali berbeda muncul dari sudut jalan.

Parade Ogoh-Ogoh di Bali.
Parade Ogoh-Ogoh di Bali.

Makhluk Raksasa di Atas Bambu

​Patung Ogoh-Ogoh adalah bintang utama malam itu.

​Banyak yang tingginya mencapai beberapa meter dan dibuat dengan rangka bambu yang ringan. Para seniman menghabiskan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk membuat detailnya. Mata yang menonjol, otot yang terlihat tegang, gigi tajam dan rambut liar dari serat atau bahan sintetis.

​​Beberapa terlihat sangat menakutkan. Yang lain justru terlihat lucu. Ada juga yang jelas terinspirasi dari kehidupan modern.

​Tradisi dan kreativitas bercampur dengan bebas dalam pembuatan Ogoh-Ogoh di Bali.

​​Setiap patung dibawa di atas platform bambu besar oleh sekelompok warga desa, biasanya para pemuda yang dengan bangga mengarak hasil karya mereka melalui jalan-jalan desa.

Parade Ogoh-Ogoh di Bali.
Parade Ogoh-Ogoh di Bali.
Parade Ogoh-Ogoh di Bali.

Api, Suara dan Energi

​Semakin malam, suasana menjadi semakin ramai.

Drum dipukul keras, musik gamelan terdengar di gang-gang, dan orang-orang berkumpul di setiap persimpangan jalan.

​Beberapa prosesi menggunakan obor, asap, atau kembang api. Ketika patung diputar atau digoyangkan di persimpangan jalan, kerumunan sering bersorak keras.

​Bagi fotografer dan pengunjung, malam ini penuh dengan gerakan, warna dan momen yang sulit dilupakan.

Keheningan Setelahnya

​​Setelah parade selesai, banyak patung Ogoh-Ogoh dihancurkan atau dibakar. Tindakan ini melambangkan pembersihan kekuatan negatif sebelum pulau memasuki suasana yang sangat berbeda.

​Keesokan harinya Bali menjadi sangat sunyi karena Nyepi. Jalanan kosong, toko tutup dan bahkan bandara berhenti beroperasi selama 24 jam.

​Dari keramaian parade menuju keheningan Nyepi, perbedaan ini menjadi salah satu pengalaman paling unik yang bisa anda lihat di Bali.

BudayaFotoVideoDestinasiWarisanIndonesia

Hanan

Selalu ingin tahu tentang hidup dan orang


Hanan: teks, foto, video•Apriyan: pengedit teks•14 Maret 2026

Anda Mungkin Suka Ini

Suka yang ini? Kami memilih beberapa artikel lain yang mungkin juga anda suka.

Suaramu!

TINGGALKAN BALASAN.

Komentar Anda akan diposting setelah disetujui.